Selasa, 09 Desember 2014

Tentang Indulgensi SUMBER: BERSATULAH DALAM GEREJA KATOLIK.BLOGSPOT.COM

Berikut ini adalah artikel dari bersatulahdalamgerejakatolik.blogspot.com

Indulgensia Sebelum Reformasi
Sekarang mari kita melihat, bagaimana sebetulnya seseorang mendapatkan indulgesi. Tidak pernah Gereja yang sejati mengajarkan bahwa indulgensi dapat diperoleh dengan uang.
Gereja mengajarkan bahwa indulgensi tidak dapat dibeli, namun seseorang mendapatkan indulgensi dengan:
1) perbuatan kasih,
2) perbuatan baik: doa, berpuasa, dan memberikan sedekah/ derma, yang semuanya harus dilakukan dengan disposisi hati yang benar.
Derma (almsgiving) selalu menjadi salah satu ungkapan perbuatan kasih (lih. Mat 6:2). Memberikan uang tidak dapat membeli indulgensi, namun memberi uang dengan dasar kasih membuat seseorang dapat memperoleh indulgensi. Kita melihat contoh bagaimana Yesus sendiri memuji persembahan janda miskin (Mk 12:41-44; Lk 21:1-4). Yesus memujinya bukan karena janda miskin memberikan uang, namun karena disposisi hatinya. Sebaliknya Gereja juga tidak memberikan indulgensi kalau seseorang memberikan uang tetapi tidak sebagai ungkapan kasih; sebab semuanya tergantung dari disposisi hati. Semua indulgensi selalu mensyaratkan “disposisi hati yang benar“.
Sayangnya, pada saat itu pengkhotbah Dominikan, Johann Tetzel yang diutus berkhotbah di Juterbog, Jerman, membuat suatu pantun yang memang “salah kaprah”, yang intinya seperti ini, “Begitu terdengar bunyi emas di kotak, bangkitlah jiwa menuju surga.” Maka kesannya seolah-olah orang didorong untuk menyumbang supaya dapat masuk surga. Padahal, jika kita membaca tentang ajaran indulgensi, terlihat bahwa yang dihapuskan dengan indulgensi itu adalah siksa dosa temporal dari dosa-dosa yang sudah diampuni (melalui Sakramen Tobat) dan bukan membebaskan seseorang dari siksa dosa dari dosa yang belum terjadi. Maka, yang mengampuni dosa tetaplah Kristus melalui para imam-Nya, dan sesungguhnya, perbuatan apapun tidak dapat menggantikan peran Kristus untuk mengampuni dan menyelamatkan seseorang. Yang diperoleh dari indulgensi ‘hanyalah’ penghapusan siksa dosa yang harus ditanggung seseorang, dari dosa yang sudah diampuni oleh Tuhan Yesus. (Doktrin Indulgensi terkait dengan doktrin Sakramen Tobat, Api Penyucian, dan mendoakan jiwa orang-orang beriman yang sudah meninggal. Doktrin-doktrin inilah yang kemudian ditolak oleh gereja Protestan).
Praktek korupsi yang terjadi sehubungan dengan penerapan ajaran indulgensi inilah yang diprotes oleh Martin Luther. Dalam 95 thesis yang diletakkan di pintu gereja tersebut tak lama setelah Tetzel datang, thesis no.27 Luther memprotes pantun Tetzel, dan thesis no. 50 dan 86 memprotes pembangunan basilika St. Petrus. Namun Luther sendiri sebenarnya tidak menolak prinsip pengajaran tentang indulgensi; ia hanya menentang penerapannya. Thesis no. 49 membuktikan hal ini di mana Luther mengatakan bahwa indulgensi sebenarnya “berguna”. (Sumber: Martin Luther, Disputation of Doctor Martin Luther on the Power and Efficacy of Indulgences, 1517, Project Wittenberg, 2 July 2008).
Dan kemudian beberapa konsili, the Councils of Fourth Lateran [1215], Lyons [1245 and 1274] and Vienne [1311-1312]. Dan di Konsili Trente [1545-1563], Paus Pius V membatalkan segala peraturan indulgensi yang melibatkan transaksi keuangan. Maka sampai sekarang, derma tidak termasuk dalam perbuatan yang disyaratkan untuk memperoleh indulgensi. Namun demikian, Gereja tetap mempunyai kuasa untuk melepaskan umat dari siksa dosa temporal akibat dari dosa-dosa yang sudah diakui dalam Sakramen Pengakuan Dosa.
Perlu diketahui di sini, bahwa indulgensi tidak pernah diperjualbelikan/ “for sale” seperti yang dituduhkan. Meskipun indulgensi pada jaman paus Leo X dapat diperoleh dengan menyumbang, namun jangan dilupakan bahwa hati yang bertobat, dan segala persyaratan religius lainnya harus ditepati agar indulgensi tersebut dapat sah diberikan. Jadi bukan semacam membeli surat dan setelah itu dosa diampuni. Bukan demikian, karena sebelum menerima indulgensi, seseorang harus tetap mengaku dosa dan menerima sakramen Tobat terlebih dahulu, dan juga memenuhi persyaratan religius lainnya. Maka, indulgensi bukan untuk menggantikan peran sakramen Pengakuan Dosa maupun silih dosa/ penance yang diberikan kepada umat pada sakramen tersebut oleh imam.

Makna Indulgensi dan Cara Memperolehnya 

Arti Indulgensi
Indulgensi berasal dari bahasa Latin, yang berarti kemurahan, maksudnya kemurahan dari Allah yang dianugerahkan kepada seseorang melalui Gereja. Indulgensi berupa penghapusan hukuman sementara sebagai akibat dosa.
Praktek Indulgensi
Kita tentu mengenal dosa. Dengan dosa, selain merusak hubungan  kita dengan Allah, juga serentak merusak hubungan kita dengan sesama, alam lingkungan dan bahkan dengan diri sendiri. Sebaliknya kita membedakan antara tindakan dosa dan akibat tindakan dosa. Supaya lebih jelas, marilah kita lihat contoh berikut ini:
Saya memukul kepala seseorang, akibatnya kepalanya terluka dan berdarah. Dosa saya tampak dalam tindakan dosa itu, yakni memukul kepala seseorang. Sedangkan akibat tindakan dosa itu ialah kepala seseorang itu luka dan berdarah. Lalu beberapa waktu kemudian, saya pergi mengaku dosa kepada imam. Nah yang diampuni dalam sakramen pengakuan dosa adalah tindakan dosa saya, yakni memukul kepala seseorang, sekaligus dibebaskan dari akibat abadi dosa yang disebut hukuman abadi/kekal atau neraka. Sedangkan akibat dosa saya yakni bahwa kepala seseorang luka dan berdarah tetap masih ada. Nah luka parah yang diderita seseorang itulah yang disebut dengan akibat sementara dari dosa atau disebut hukuman sementara. 
     
Untuk menghilangkan hukuman sementara itu, orang harus menjalani laku tobat / denda dosa atau silih. Ini ditentukan oleh imam dan disebut penitensi. Penitensi bisa berupa matiraga, doa, ziarah, amal baik, memberi derma, dlsb. Akan tetapi, hukuman sementara itu dapat juga dihapus berkat bantuan Gereja, melalui apa yang disebut INDULGENSI. Jadi indulgensi merupakan penghapusan hukuman-hukuman sementara tetapi yang dimohonkan melalui kepengantaraan Gereja.
      
Indulgensi bisa juga dimohonkan untuk orang yang sudah meninggal. Gagasannya begini: bila orang semasa hidupnya tidak sempat menyelesaikan silih/denda dosa untuk hukuman sementara, maka jiwanya ketika sudah meninggal, masih harus dimurnikan dalam api pencucian. Kita yang masih hidup dapat membantu jiwa-jiwa mereka itu di api pencucian melalui doa-doa agar jiwa orang yang sudah meninggal itu boleh masuk surga. Setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal, yang menjalankannya setiap hari dari tgl 1 s/d 8 November, dan yang mengadakan pada hari-hari lain, bisa memperoleh indulgensi sebagian.
       
Indulgensi bukanlah pengampunan dosa. Pengampunan dosa diberikan dalam sakramen tobat. Indulgensi disebut indulgensi partial / sebagian, kalau menghapus dari sebagian hukuman sementara; sedangkan indulgensi yang membebaskan manusia dari seluruh hukuman sementara disebut indulgensi genap/penuh.
Syarat-syarat Memperoleh Indulgensi
     1. Sudah dibaptis
     2. Tidak sedang berada dalam hukuman Gerejani
     3. Hidup dalam rahmat (=tidak hidup dalam dosa)
Pada peringatan HR. Semua Orang Kudus (1 November) dan Peringatan Semua Arwah Orang Beriman (2 November), kita pantas mengingat anggota keluarga kita yang sudah meninggal. Kita bisa membantu mereka dengan memohonkan indulgensi untuk jiwa-jiwa mereka, tentu saja sesuai dengan yang disyaratkan oleh Gereja untuk memperoleh indulgensi.
Sumber :
 
http://www.katedral.sibolga.org/2011/10/makna-indulgensi-dan-cara-memperolehnya.html

ORASI SUCI: 15 Penyiksaan Rahasia yang dialami Yesus pada malam menjelang Yesus anak Allah Manusia diadili dan Dihukum Mati demi menyucikan tetesan darahNya yang Hilang



ORASI SUCI:
15 Penyiksaan Rahasia yang dialami Yesus pada malam menjelang Yesus anak Allah Manusia diadili dan Dihukum Mati demi menyucikan tetesan darahNya yang Hilang
Latar Belakang: Rahasia ini diungkapkan oleh orang suci, kekasih Allah, St. Maria Magdalena, Claris Fransiskan yang hidup, meninggal dan digelar suci di Roma.

Yesus memenuhi keinginan suster ini, yang berharap sungguh supaya bisa memahami sesuatu mengenai PENYIKSAAN RAHASIA yang dialami YESUS, pada malam menjelang Yesus diadili dan dihukum mati.
Berikut isinya

******
Bangsa Yahudi menganggap-Ku sebagai manusia paling celaka, yang hidup di muka bumi ini, dan karenanya:

1.     Mereka membelenggu kaki-Ku dan menyeret-Ku di atas batu-batu anak tangga, turun menuju ke sebuah ruangan kotor dan menjijikkan di bawah tanah.
2.     Mereka menanggalkan pakaian-Ku, lalu mencambuki badan-Ku dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
3.     Mereka melilitkan tali pada badan-Ku, lalu menarik-Ku sepanjang lapangan dari ujung ke ujung.
4.     Mereka menggantung-Ku pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga Aku jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, Aku menangis dengan air mata darah.
5.     Mereka mengikat-Ku pada sebuah tonggak lalu menusuk-Ku dengan kayu yang bercabang.
6.     Mereka memukul-Ku dengan batu, dan memanggang-Ku dengan bara api dan obor.
7.     Mereka menusuk-Ku dengan jarum besar. Ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulit-Ku, daging dan urat-urat-Ku mencuat keluar dari badan-Ku.
8.     Mereka mengikat-Ku pada sebuah tonggak dan menyuruh-Ku berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.
9.     Mereka memahkotai-Ku dengan mahkota duri, menutup muka-Ku dengan kain yang kotor dekil.
10.                        Mereka mendudukkan Aku pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam, yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badan-Ku.
11.                        Mereka menyirami luka-Ku dengan timah hitam dan damar cair, kemudian mereka menggencet-Ku pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk, membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badan-Ku.
12.                        Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum di lobang pori janggut-Ku, dan mereka menggiring-Ku keluar dari penjara, dibarengi tamparan dan pukulan.
13.                        Mereka menghempas-Ku pada sebuah salib dan mengikat-Ku dengan sedimikian kencangnya, sehingga Aku hampir-hampir tidak bisa bernapas.
14.                        Mereka mendorong keras kepala-Ku, sehingga Aku jatuh terlentang ke tanah, mereka menginjak-Ku yang menyakitkan dada-Ku. Kemudian mereka mencopot mahkota duri-Ku dan mencucukkannya ke lidah-Ku.
15.                        Mereka menuangkan ke dalam mulut-Ku kotoran-kotoran yang sangat busuk menjijikkan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis keji.
***************

LALU YESUS BERSABDA:

Anak-Ku! Aku menghendaki supaya kamu menyampaikan kepada siapa saja, kelimabelas rahasia penyiksaan ini, supaya masing-masing mereka dimuliakan.

Siapa saja yang setiap hari mempersembahkan kepada-Ku, dengan kasih sayang, salah satu dari penderitaan-Ku ini, dan mengucapkan dengan sungguh-sungguh doa ini, akan dikaruniakan kemuliaan kekal baginya, pada hari penghakiman.
********************************
DOA

YA YESUS ANAK ALLAH YANG MAHA KUASA, kami bernazar dengan sungguh-sungguh demi memuliakan nama-Mu, dalam ke-15 rahasia penyiksaan ini, sebab darah-Mu yang maha suci sudah dicurahkan bagi kami. Kami memuliakan, mengagungkan, dan menyembah-Mu ya kasih yang abadi, Yesus Kristus, demi hati-Mu yang maha suci, darah-Mu yang maha murni, pengorbanan-Mu yang maha mulia, bagi kami manusia; kami juga memuliakan Sakramen maha kudus di altar-Mu, Bunda Maria yang suci murni, 9 paduan suara mulia para malaikat dan dara yang suci para kudus.
Sebagaimana banyaknya pasir di samudera dan gandum di ladang, banyaknya rumput di padang dan buah-buahan di kebun, banyaknya daun-daun di pohon dan bunga-bunga di taman, banyaknya bintang di angkasa, para malaikat di surga, dan banyaknya makhluk di muka bumi, kami semua hamba-hamba-Mu, memuliakan, mengagungkan, dan menyembah-Mu, kini selalu dan sepanjang segala masa. 
Amin.
*************************************
(Devosi disahkan Paus Clemens II, 1730-1740)

Pesan: Aku menghendaki supaya kamu menyampaikan kepada siapa saja, kelimabelas rahasia penyiksaan ini, supaya masing-masing mereka dimuliakan.


ORASI SUCI:
15 Penyiksaan Rahasia yang dialami Yesus pada malam menjelang Yesus anak Allah Manusia diadili dan Dihukum Mati demi menyucikan tetesan darahNya yang Hilang
Latar Belakang: Rahasia ini diungkapkan oleh orang suci, kekasih Allah, St. Maria Magdalena, Claris Fransiskan yang hidup, meninggal dan digelar suci di Roma.

Yesus memenuhi keinginan suster ini, yang berharap sungguh supaya bisa memahami sesuatu mengenai PENYIKSAAN RAHASIA yang dialami YESUS, pada malam menjelang Yesus diadili dan dihukum mati.
Berikut isinya

******
Bangsa Yahudi menganggap-Ku sebagai manusia paling celaka, yang hidup di muka bumi ini, dan karenanya:

1.     Mereka membelenggu kaki-Ku dan menyeret-Ku di atas batu-batu anak tangga, turun menuju ke sebuah ruangan kotor dan menjijikkan di bawah tanah.
2.     Mereka menanggalkan pakaian-Ku, lalu mencambuki badan-Ku dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
3.     Mereka melilitkan tali pada badan-Ku, lalu menarik-Ku sepanjang lapangan dari ujung ke ujung.
4.     Mereka menggantung-Ku pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga Aku jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, Aku menangis dengan air mata darah.
5.     Mereka mengikat-Ku pada sebuah tonggak lalu menusuk-Ku dengan kayu yang bercabang.
6.     Mereka memukul-Ku dengan batu, dan memanggang-Ku dengan bara api dan obor.
7.     Mereka menusuk-Ku dengan jarum besar. Ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulit-Ku, daging dan urat-urat-Ku mencuat keluar dari badan-Ku.
8.     Mereka mengikat-Ku pada sebuah tonggak dan menyuruh-Ku berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.
9.     Mereka memahkotai-Ku dengan mahkota duri, menutup muka-Ku dengan kain yang kotor dekil.
10.                        Mereka mendudukkan Aku pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam, yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badan-Ku.
11.                        Mereka menyirami luka-Ku dengan timah hitam dan damar cair, kemudian mereka menggencet-Ku pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk, membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badan-Ku.
12.                        Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum di lobang pori janggut-Ku, dan mereka menggiring-Ku keluar dari penjara, dibarengi tamparan dan pukulan.
13.                        Mereka menghempas-Ku pada sebuah salib dan mengikat-Ku dengan sedimikian kencangnya, sehingga Aku hampir-hampir tidak bisa bernapas.
14.                        Mereka mendorong keras kepala-Ku, sehingga Aku jatuh terlentang ke tanah, mereka menginjak-Ku yang menyakitkan dada-Ku. Kemudian mereka mencopot mahkota duri-Ku dan mencucukkannya ke lidah-Ku.
15.                        Mereka menuangkan ke dalam mulut-Ku kotoran-kotoran yang sangat busuk menjijikkan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis keji.
***************

LALU YESUS BERSABDA:

Anak-Ku! Aku menghendaki supaya kamu menyampaikan kepada siapa saja, kelimabelas rahasia penyiksaan ini, supaya masing-masing mereka dimuliakan.

Siapa saja yang setiap hari mempersembahkan kepada-Ku, dengan kasih sayang, salah satu dari penderitaan-Ku ini, dan mengucapkan dengan sungguh-sungguh doa ini, akan dikaruniakan kemuliaan kekal baginya, pada hari penghakiman.
********************************
DOA

YA YESUS ANAK ALLAH YANG MAHA KUASA, kami bernazar dengan sungguh-sungguh demi memuliakan nama-Mu, dalam ke-15 rahasia penyiksaan ini, sebab darah-Mu yang maha suci sudah dicurahkan bagi kami. Kami memuliakan, mengagungkan, dan menyembah-Mu ya kasih yang abadi, Yesus Kristus, demi hati-Mu yang maha suci, darah-Mu yang maha murni, pengorbanan-Mu yang maha mulia, bagi kami manusia; kami juga memuliakan Sakramen maha kudus di altar-Mu, Bunda Maria yang suci murni, 9 paduan suara mulia para malaikat dan dara yang suci para kudus.
Sebagaimana banyaknya pasir di samudera dan gandum di ladang, banyaknya rumput di padang dan buah-buahan di kebun, banyaknya daun-daun di pohon dan bunga-bunga di taman, banyaknya bintang di angkasa, para malaikat di surga, dan banyaknya makhluk di muka bumi, kami semua hamba-hamba-Mu, memuliakan, mengagungkan, dan menyembah-Mu, kini selalu dan sepanjang segala masa. 
Amin.
*************************************
(Devosi disahkan Paus Clemens II, 1730-1740)

Pesan: Aku menghendaki supaya kamu menyampaikan kepada siapa saja, kelimabelas rahasia penyiksaan ini, supaya masing-masing mereka dimuliakan.